Monday, June 22, 2015

Ikuti Seminar Internasional Neurosains Prof Adele Diamond

BANDUNG (@himpaudijabar). Pengurus Pusat Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dan Pengurus Wilayah HIMPAUDI Provinsi Jawa Barat. Akan mengadakan seminar internasional dan workshop yang didukung oleh Didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,  Universitas Pendidikan Indonesia dan Ikatan Neurosains Terapan Indonesia.

Menghadirkan narasumber dari Kanada Prof. Adele Diamond, Ph.D ahli neurosains dari University of British Columbia, didampingi oleh Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. dan Fery Farhati Baswedan, S.Psi., MS. seminar ini akan mengulas Perkembangan Terbaru Neurosains sebagai Dasar Pendidikan dan Perkembangan Anak Usia Dini.

Tuesday, April 21, 2015

Akad Kerjasama Koperasi JENIUS dengan PW HIMPAUDI Jawa Barat Ditandatangani

Hj. Nining Maryani, SE., MM. Ketua KOPAUDI JENIUS saat menandatangani akad kerjasama dengan PW HIMPAUDI Jawa Barat.
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Provinsi Jawa Barat, digagaslah pembentukan secara resmi Koperasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (KOPAUDI). 

Sebagai keseriusan Pengurus Wilayah pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I PW HIMPAUDI Jawa Barat Masa Bakti 2014-2018 dilakukan penandatanganan Akad Kerjasama antara PW HIMPAUDI Jawa Barat dengan koperasi yang diberi nama KOPAUDI JENIUS.

Saturday, April 4, 2015

Website HIMPAUDI Resmi Diluncurkan!

Website HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Pusat yaitu himpaudi.or.id resmi diluncurkan pada 4 Maret lalu oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bapak Aneis Baswedan.

Bapak Menteri mengharapkan guru dan tenaga kependidikan anak usia dini bisa menjadikan website ini, sumber informasi, tempat berbagi pengalaman, pengetahuan yang bermanfaat untuk mendorong kemajuan pendidikan anak-anak kita.

Monday, March 16, 2015

Permainan Tradisional HIMPAUDI PC Rancah, Ciamis.



Ketua PC HIMPAUDI Rancah, Rasdianto, S.Pd, ketika ditemui Koran HR, Senin (09/03/2015) lalu, mengungkapkan bahwa beberapa permainan tradisional khas sunda saat ini mulai terancam punah seiring berkembangnya permainan yang berbasiskan teknologi modern. Dan untuk mengantisipasi hal itu, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) sengaja memperkenalkan permainan tradisional tersebut melalui perlombaan.

Friday, March 13, 2015

Koran Pikiran Rakyat Terima Penghargaan dari Himpaudi Jabar


Berkat "Forum Guru" dan "PR Kecil" Koran Pikiran Rakyat Terima Penghargaan dari Himpaudi Jabar.  Seperti dikutip dari PR Online, Jumat, 13/07/2012 - 17:03

Harian Umum Pikiran Rakyat mendapatkan piagam penghargaan dari Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Wilayah Jawa Barat. Penghargaan tersebut diberikan karena “Pikiran Rakyat” selalu konsisten dalam pemberitaan bertujuan untuk memajukan dunia pendidikan di Jawa Barat.

Fungsi Keluarga pada Tanggung Jawab Pendidikan

Keluarga merupakan kelompok sosial yang memiliki sistem nilai yang dibangun oleh anggotanya. Tetapi relasi keluarga berinterelasi dengan lingkungan sosialnya yang lebih luas di masyarakat. Pada dasarnya keluarga memiliki fungsi yang sangat strategis dalam mengembangkan kualitas hidup manusia.

Pengembangan kualitas hidup tidak dibatasi secara personal tetapi hingga dalam konteks membangun karakter yang menjadikan budaya kelompok masyarakatnya. Sehingga sebuah peradaban itu terjadi karena keterpaduan antar budaya antar masyarakat yang tentunya diawali dari nilai keluarga dan karakter individu dalam keluarga.

Ruang lingkup tanggung jawab pendidikan dalam lingkungan keluarga ditentukan atas fungsi-fungsi. Sedikitnya ada 8 fungsi keluarga dalam tanggung jawab pendidikan yaitu :

Tuesday, November 25, 2014

GERAKAN HATI SEMPURNAKAN BUDI PEKERTI

Tiada hari tanpa membaca

Tiada hari tanpa bekerja

Tiada hari tanpa berdoa

Bersikap jujur, rajin membaca, giat bekerja, bersabar, berdoa dan tawakal merupakan kunci kebahagiaan.

Momen Seru 1000+ likers Fanpage PW Himpaudi Jawa Barat

himpaudi1000Allahu Akbar! Fanpage Himpaudi Jawa Barat kita ini sudah mencapai 1028 likers.

Hatur nuhun, beribu terima kasih buat semua yang like dan tetap share/invite untuk nambahi likers fan page kita ini.https://www.facebook.com/himpaudijabar

Tahapan Revolusi Mental

Dari bulan April Tahun 2014, kalimat Revolusi Mental ini sangat tidak asing lagi bagi kita, sebab setiap ada debat Calon Presiden antara kubu Prabowo / Hatta dan kubu Jokowi / JK, kubu Jokowi / JK selalu mengusung kalimat Revolusi Mental.

Revolusi Mental memang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk melaksanakannya, betapa tidak karena mental menurut penulis sama dengan karakter.

Apa itu Karakter?.. Karakter merupakan nilai-nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha  Esa, diri sendiri, sesame manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hokum, tatakrama, budaya dan adat istiadat.

Untuk melakukan revolusi mental/ karakter ini harus diawali dari gerakan hati, sebab awal dari semua perbuatan adalah dari hati nurani. Kita niatkan dalam hati untuk mengubah mental/karakter kita, kalau niat dari hati sudah kuat maka kita harus menempuh tiga tahap agar kita mampu mewujudkan keinginan untuk merubah karakter yang kurang baik menjad lebih baik lagi yaitu dengan cara:

  1. Tahap Pengetahuan,


Dalam tahap pengetahuan, disini kita harus belajar bagaimana cara agar kita mempunyai karakter yang baik. Misalnya dengan belajar memperdalam ajaran agama yang kita anut.

  1. Tahap Pelaksanaan


Dalam tahap ini kita harus melaksanakan semua apa yang telah kita pelajari

  1. Tahap Kebiasaan


Apabila tahap satu dan tahap dua telah kita laksanakan, maka supaya kita tidak berat untuk melaksanakannya harus ada gerakan hati untuk menjadikan karakter yang baik itu menjadi suatu kebiasaan atau hobi. Dan insya alloh Gerakan Hati ini bisa Sempurnakan Budi Pekerti amiiin…..

Ditulis oleh B. Nur

Saturday, November 15, 2014

Informasi Kegiatan Rampak Tatalu dan Deklarasi LAWAN

Untitled-6

KEGIATAN PENGURUS WILAYAH HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA ( HIMPAUDI ) PROVINSI JAWA BARAT HARI RABU TANGGAL 26  NOPEMBER 2014

PANDUAN UNTUK PEMBACAAN / PENGUCAPAN ULANG KOMITMEN MENOLAK & MELAWAN KEKERASAN TERHADAP ANAK

Untitled-8

PANDUAN UNTUK PEMBACAAN / PENGUCAPAN ULANG KOMITMEN MENOLAK & MELAWAN KEKERASAN TERHADAP ANAK Pada hari Rabu, 26 Nopember 2014.

Sunday, August 3, 2014

Berbuat 1000 kebaikan, maka nasibmu akan ...

Hi HIMPAUDI JAWA BARAT ... Teha Sugiyo mengajak untuk berbuat 1000 kebaikan...
Alkisah ada seorang pemuda yg diramal bakalan hidup susah, cita-cita tidak tercapai, usaha bangkrut, tidak punya keturunan dan benar-benar hidupnya sangat susah dan menderita sekali.
Dia tidak percaya begitu saja ramalannya. Dia memutuskan hendak mengubah nasibnya dan pergi mencari seorang pintar dan berkonsultasi. 
Akhirnya dia menemukan seorang biksu yang sedang bertapa, kemudian sang biksu memberikan nasihat sebagai berikut,  

Wednesday, July 2, 2014

Mari Wujudkan Kelas Berkualitas

Penulis : Iis Rodiah, SPd.I., M.M.Pd*

Memang tidak ada yang tahu pasti bekal apa yang paling dibutuhkan anak-anak dalam menjalani kehidupannya di masa depan, masa yang menurut Kahlil Gibran tidak akan dapat kau kunjungi walaupun dalam mimpi. Namun demikian dari situasi kondisi saat ini tergambar situasi masa depan yang semakin kompleks dan semakin rumit.

Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D dalam salah satu Seminar Nasional di Jakarta, 12 Desember 2009 mengungkapkan bahwa Anak usia dini Indonesia di masa depan membutuhkan keterampilan atau keahlian dalam beberapa hal berikut ini:

Friday, July 12, 2013

Data PAUD Terakreditasi se-Jawa Barat

Dari data yang kami kirimkan sebelumnya tercatat ada 299 Program/Satuan PAUD Ter-Akreditasi BAN-PNF se-Jawa Barat, berarti sekitar 10% dari Total 2994 PNF yang sudah Terakreditasi Program/Satuannya secara Nasional..


Berikut kami kirimkan juga data Program/Satuan PAUD se-Jabar yang belum lengkap permohonan Akreditasinya (sehingga tidak dapat diproses lebih lanjut), siapa tau bisa disupport HIMPAUDI Jabar agar dapat melengkapi di tahun 2013.


Namun mohon dalam penyampaian ke Lembaga PAUD dengan tetap mengedepankan asas menghormati kerahasiaan data-data internal Lembaga PAUD tersebut (agar tidak ada pihak yang berkeberatan). Mestinya jalur yang kami gunakan melalui Pokja BAN-PNF Provinsi Jawa Barat namun karena sampai saat ini masih belum aktif beroperasional, karena itu kami gunakan jalur Organisasi Mitra PNF.


Terimakasih,


Hormat Kami,




Perdana Afif Luthfy, ST, MT.
Sekretaris BAN-PNF




----- Forwarded Message -----
From: "Perdana Afif Luthfy,ST,MT." <perdana_afif@yahoo.com>
To: "himpaudijabar@gmail.com" <himpaudijabar@gmail.com>
Sent: Monday, June 24, 2013 12:22 AM
Subject: Data PAUD Terakreditasi se-Jawa Barat


Tuesday, March 13, 2012

Serunya Prajambore Sebelas Maret

Kegiatan Prajambore kemarin (11/3) yang dilatih dari TNI AD tentunya memberi perbekalan semangat dan pencerahan bagi calon trainers HIMPAUDI untuk menghadapi JAMBORE KEDUA WILAYAH HIMPAUDI PROVINSI JAWA BARAT 26-29 Juni nanti.

Pagi yang cukup dingin di dataran tinggi Lembang membuka aktivitas Training of HIMPAUDI Leadership Trainers diikuti 138 peserta dari kota/kabupaten di Jawa Barat, terang Ibu Lela, bagian administrasi. Dengan para pembimbing organik dari PW Himpaudi Jabar yaitu Ibu Nurlaeli, Ibu Widayati, Ibu Jamila, dan Pak Teha Sugiyo yang juga disokong penuh oleh Tim Korps Protokoler Universitas Pendidikan Indonesia.

Saturday, January 21, 2012

Profil Himpaudi Jabar 2012

HIMPAUDI – Bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia.

Wednesday, October 19, 2011

Paud, Jembatan Keunikan Anak

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan jembatan untuk menunjukkan keunikan setiap anak. Anak diajak belajar sambil bermain. Selain itu anak juga diajari tentang aneka ragam Budaya Nusantara.

Menurut pakar pendidikan Dr. Arif Rahman, bermain merupakan sarana pendidikan anak usia dini. Anak mengeksplorasi, menemukan, memanfaatkan dan menyimpulkan benda di sekitarnya sambil bermain. Bermain sambil belajar pada pendidikan anak usia dini dengan gampangnya sering diabaikan, karena tuntutan anak bisa cepat membaca, menulis dan berhitung.

Kompetensi Pengajar PAUD Akan Ditingkatkan



BANDUNG, PR. Peningkatan kompetensi tenaga pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) akan menjadi salah satu fokus utama pada Musyawarah Wilayah I Himpaudi Jabar, 12 Oktober mendatang. Peningkatan kualitas tenaga pengajar itu berupa pengembangan potensi dan keahlian para guru PAUD.

Kisah Guru PAUD berhonor Rp50.000 per Bulan di Humbahas

Sektor Pendidikan, merupakan pilar utama program pembangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Disusul sektor kesehatan dan pertanian. Untuk memberhasilkan program tersebut, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing Msi membuat program misi kerja, yakni, meningkatkan profesionalisme dan produktivitas kerja Sumber Daya Manusia (SDM).

Pada APBD Humbahas Tahun Anggaran 2009, untuk urusan pendidikan, dialokasikan total dana 23,59 persen dari realilasi belanja Rp378.495.284.372.

“Honorku hanya Rp50 per bulan, itupun bisa saya terima sekali dalam setahun dari Dinas Pendidikan. Kalau untuk menutupi balas jasa saya, terpaksa diambil dari uang sekolah anak-anak. Itupun hanya Rp100 ribu per bulan,” ungkap M br Simamora, Rabu 1 September 2010 yang sambil berjalan mengiring sejumlah siswanya untuk pulang kerumah masing masing, di Desa Sosor Gonting.

Ironisnya lagi, honor tersebut bukan diterima langsung setiap bulan. Namun, honor setiap bulan itu, baru bisa diterimanya pada akhir tahun. Sehingga, untuk membayar jasa yang diberikannya, ia terpaksa hanya menerima honor tunai dari uang sekolah para pelajar PAUD.

Walaupun jumlahnya tak seberapa yang Rp100.000 per bulan, M br Simamora, yang hanya lulus dari SMA ini mengaku tetap tabah dan sabar untuk mengajar para pelajarnya.

Untuk tempat belajar para siswa PAUD di desanya, M br Simamora menuturkan, mereka menempati sebuah bangunan gereja di desa itu melalui kesepakatan kepala desa dengan tokoh agama setempat. Akan tetapi, lanjutnya, untuk sarana pendukung belajar mengajar, PAUD Agape tersebut juga tidak pernah mendapat bantuan alat peraga dan alat bermain pelajar dari Dinas Pendidikan Humbahas.

“Semua sarana belajar mengajar dan alat bermain sekolah yang membiayai. Semua dibimbing oleh kepala desa kami. Untungnya, kami bisa mandiri dengan memamfaatkan uang yang ada,” ujarnya.

Ditanya soal honor yang diterimanya setiap bulan apakah mencukupi, boru Simamora itu mengakui sangat tidak cukup. Mau kemana uang Rp100 ribu itu bisa mencukupi. Saya sudah berumahtangga, dengan uang sebesar itu, bisanya untuk beli apa dalam sebulan. Jelas tidak cukuplah,” cetusnya.

Dia mengaku, akan tetap mengajar di sekolah PAUD tersebut walau dengan honor yang tidak memadai. “ Walau dengan honor yang tidak cukup. Saya akan terus mengajar anak anak di desa saya ini. Cita cita saya, semoga anak anak yang bina nanti kelak berhasil dan berpendidikan tinggi. Kalau mereka sukses, mudah mudahan desa kami ini diingat,” tuturnya.

Sementara itu, disaat bersamaan, 4 pelajar PAUD Agape saat diwawancara dihadapan gurunya boru Simamora itu yang masing masing bernama, Esra Lesteria Purba, 5, Mai Purba, 5, Boy Purba, 5,  Perdi Purba, 5, mengatakan, mereka setiap hari harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer ke sekolah masing masing.

Keempat pelajar ini, hanya mengenakan pakaian biasa. Bahkan, salah satu pelajar diantara mereka, Boy Purba mengaku pakaian dalam stelan jas yang sedang dipakainya merupakan pakaian bekas alias pakaian import bekas, yang sengaja dibeli orangtuanya dari pasar. “Baju jasku ini dibeli mamakku dari Onan (pasar) tapi Burjer (pakaian bekas),” ujar Boy Purba tersipu. Yang penting aku bisa sekolahlah�, katanya lagi.

Bukan hanya baju sekolah para pelajar PAUD ini saja yang tampak usang. Tas sekolah yang saat itu dibawa mereka juga tampak sudah koyak koyak. Didalam tas mereka, hanya tampak sebuah buku tulis, pensil dan penghapus. Melihat kemauan kuat belajar dan sekolah para pelajar yang masuk kategori kelas nol ini, sudah selayaknya Pemkab Humbahas benar benar memperhatikan kondisi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Humbahas, Pensus Sihombing, saat akan dikonfirmasi, Rabu 1 September 2010 di kantornya, terkait alokasi honor guru PAUD dan bantuan alat peraga tersebut, tidak berada ditempat. Ironisnya lagi, mobil bus sekolah BB 7002 D yang dari bantuan pemerintah pusat sama sekali tidak digunakan. (gs)

Sumber: EKSPOSnews, 3 September 2010

Solusi untuk Tantangan - Fasli Jalal



  1. Melakukan sosialisasi dan advokasi tentang pentingnya tumbuh kembang anak usia dini kepada para pengambil kebijakan, orang tua, masyarakat termasuk tokoh dan pemuka masyarakat, pengelola lembaga pelayanan dan media massa, sehingga komitmen nasional untuk memberikan pelayanan esensial bagi anak usia dini dapat ditingkatkan.

  2. Mengupayakan agar semua “bendera-bendera” sektor tetap dihargai dan dipertahankan sehingga kepemilikan dari lembaga baru ini menjadi milik bersama dengan pembagian tugas yang jelas sesuai tugas pokok dan fungsi dari masing-masing sektor.

  3. Melakukan penataan ulang dari sistim perencanaan dan alokasi pembiayaan yang memungkinkan semua sektor terkait untuk melaksanakan pelayanan PP-AUD holistik integratif yang dapat disetujui oleh Bappenas, Departemen Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat.

  4. Perlu kejelasan peran dari masing-masing pemangku kepentingan terutama dikaitkan dengan penerapan anggaran berbasis kinerja oleh pemerintah.

  5. Menyusun ketentuan tentang kebutuhan kader dan atau tenaga pengelola baik secara kuantitas maupun kualitas agar mampu memberikan pelayanan PP-AUD holistik integratif berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari kelima komponen pelayanan (gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan dan perlindungan).

  6. Sektor-sektor yang terlibat baik di tingkat pusat maupun daerah perlu membuat prosedur operasional standar bersama tentang peran dan fungsi dari masing-masing terutama yang berkaitan dengan perencanaan, dukungan penganggaran, monitoring, dan evaluasi serta pemberian bantuan teknis.

  7. Dalam meningkatkan kompetensi dan komitmen tenaga pengelola dan kader di garis terdepan diperlukan kerjasama lintas ilmu dari berbagai bidang keilmuwan antara lain ahli gizi, dokter dibantu oleh bidan atau perawat, sarjana pendidikan anak usia dini dan psikolog di tingkat kecamatan.

  8. Tugas tim terpadu di tingkat kecamatan:
    • melakukan seleksi terhadap kader dan tenaga pengelola,
    • melakukan pelatihan untuk mencapai kualitas pelayanan minimal,
    • melakukan pendampingan pada waktu kader atau tenaga pengelola bekerja,
    • melakukan monitoring dan evaluasi dari kinerja kader dan tenaga pengelola serta
    • peningkatan profesionalitas berkelanjutan.

  9. Di tingkat kabupaten/kota dibentuk tim multi disiplin dengan tingkat kualifikasi akademik dan kompetensi yang lebih tinggi, dan mereka yang akan bertindak sebagai master trainers dan juga penjaga proses penjaminan mutu (quality assurance) dan jumlah mereka disesuaikan dengan beban kerja. Sedangkan di tingkat propinsi disediakan dukungan (backstopping) dari perguruan tinggi.


Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Sp.GK